Senin, 26 Desember 2011

Automatic Storage Management

Fungsi dasar dari ASM adalah melakukan manajemen penyimpanan data pada storage dengan mendefinisikan storage berdasarkan grup-grup tertentu untuk mengurangi adanya redundansi data, khususnya ketika seorang DBA melakukan penyimpanan data.

Real Aplication Cluster (RAC), merupakan komponen dari Oracle 10g yang senantiasa membantu penyederhanaan dan pengoptimasisasian dalam menajemen file database yang dilakukan oleh ASM. RAC dapat juga digunakan oleh sistem database untuk mendukung implementasi across multiple server.

Dengan adanya ASM, tidak perlu lebih ekstra dalam menyediakan sumber penyimpanan data dalam manajemen basisdata. Kecerdasan ASM’s memungkinkan pengunaan triple data protection, suatu teknologi yang memberikan 3 pilihan konfigurasi ASM dalam memanajemen basisdata, yaitu :

1. High

2. Normal

3. Eksternal

ASM berkerja di wilayah kluster sehingga memungkinkan penanganan instan ASM per klien dalam instan database. Untuk mengoptimalisasikan kemampuan dan manajemen, instan ASM dapat di installisasi diantara parameter ORACLE_HOME yaitu di ASM_HOME.

ASM juga meningkatkan performa I/O, file database dapat didistribusikan silang antara device yang sedang aktif sehingga dapat mengembalikan keseimbangan dan menjaga kinerja dari database. Kemampuan ASM dalam meningkatkan kemampuan dalam memanajemen basisdata dapat terlihat dari adanya duplikasi data sebagaimana backup data yang dilakukan dalam recovery.

Untuk menyiapkan hardisk agar dapat dilakukannya konfigurasi ASM pada waktu instalisasi Oracle, khsusnya melalui OS Windows NT, setidaknya ada 2 point penting yang mesti diperhatikan, yaitu:

1. Investigasi kondisi space yang ada dalam hardisk

2. Gunakan fasilitas partisi disk (DISKPART.EXE) untuk membuat partisi dengan type primary dan size yang dibutuhkan

Sebagai contoh :

C:\>Select disk1

C:\Disk1 selected

C:\Create partition primary size = 100

C:\Partition created

C:\Create partition primary size = 100

C:\Partition created

Setting Parameter Flash Recovery Area

    Dalam melakukan penyetingan, ada dua parameter inisialisasi yang mesti kita perhatikan, yaitu:

  1. DB_RECOVERY_FILE_DEST_SIZE, dan
  2. DB_RECOVERY_FILE_DEST
  3. Kedua parameter diatas digunakan untuk membuat Flash Recovery Area dapat digunakan tanpa harus melewati prosesi Shutting down dan Restarting Database Instance. DB_RECOVERY_FILE_DEST_SIZE digunakan untuk mendefinisikan seberapa besar size yang diperlukan untuk merecovery seluruh data yag dibutuhkan, sedangkan DB_RECOVERY_FILE_DEST digunakan untuk menentukan lokasi penyimpan data yang direcovery. Untuk mendapatkan estimasi ruang/size yang mesti di set pada recovery, sebaiknya kita lihat tabel dibawah ini.

    Database Elements

    Estimazed Size (MB)

    Image Copies of all Database

    1200

    Incremental Backups

    256

    Archived redo logs retained for backup to tape

    96

    Oline redo logs

    48

    Control Files

    6

    Control Files auto backups

    6

    Flash Recovery Logs

    96

    Oracle Recommended Size

    1708

    Minimum Size

    96

    Kalau melihat dari spesifikasi ruang yang dibutuhkan diatas, maka sebaiknya untuk mengambil langkah aman ialah dengan mengeset size recovery setidaknya sebesar 20 giga walapun Oracle merekomendasikan sebesar 17,08 giga.

    Adapun contoh konfigurasi size pada recovery area ialah:

    ALTER SYSTEM

    set db_recovery_file_dest_size = 25g scope = both;

    konfigurasi diatas untuk merubah size flash recovery area yang sudah ada secara default ketika instalisasi Oracle 10g tepatnya dalam direktori tempat beradanya seluruh berkas database yang kita buat, sedangkan jika kita hendak membuat flash recovery area yang lain maka ada beberapa langkah yang perlu kita lakukan.

    1. Buat dulu direktori yang akan diset sebagai flash recovery area lain yang diaktifkan. Direktori default C:\oracle\product\10.2.0\flash_recovery_area maka pada direktori ..\10.2.0\ kita buat folder baru, misal ..\flash_recovery_area2.
    2. Konfigurasi recovery ke directory yang kita akan tentukan.

    ALTER SYSTEM

    set db_recovery_file_dest =C:\oracle\product\10.2.0\flash_recovery_area2 scope = both;

    1. Secara default size yang terset ialah size yang sama dengan size akhir konfigurasi pada flash recovery area yang aktif sebelumnya, jika memandang perlu untuk merubah maka lakukan set size seperti sebelumnya.

    *untuk dapat mengkonfigurasi flash recovery area, maka kita loggin sebagai sysdba.

    Selain cara diatas, mengkonfigurasi Recovery Area dapat melalui SQL Commands, melalui EM Database Control, yaitu dengan meng-klik link Maintance pada Tab dan pada kolom Backup/Recovery Setting klik link Recovery Settings.

    Setelah masuk pada pege Recovery Setting, pada kolom Recovery Setting untuk kotak teks Flash Recovery Area Location isikan path direktori yang dihendaki dan pada kotak teks Flash Recovery Area Size isikan jumlah size yang dikehendaki, lalu klik button Apply.